Pura Tanah Lot dibangun pada abad ke 16 , Ketika itu Danghyang Nirarta melakukan tirteyatre atau perjalanan mengunjungi tempat-tempat suci, Danghyang Nirarta beristirahat disini, atas atas bisikan-bisikan kesucian yang beliau dapatkan, Danghyang Nirarta memberi petunjuk agar dibangun pura tersebut. Pura Tanah Lot berfungsi antara lain, pada halaman utama terdapat meru tumpang 5 sebagai tempat pemujaan Dewa Baruna yaitu penguasa potensi laut dan untuk memuja serta menghormati Danghyang Nirarta sebagai bhatara sakti dengan media pemujaan meru tumpang 3.
Pada beberapa ceruk yang terdapat di sekitar pura terdapat ular ular belang yang jinak dan di percaya oleh masyarakat sekitar sebagai ular penjaga. Ular tersebut tergolong dari familia Hydrophiidae, Genus Hydrophis yang memilki bisa 30 kali lebih kuat dari bisa king kobra. Dahulu Kala, sebelum datangnya wisatawan mengunjungi tempat ini, banyak ditemukan ular-ular disekitar Pura Tanah Lot baik siang maupun malam hari dan hidup dengan tenang dan damai. Namun, dari dulu sampai sekarang belum ada orang yang digigit oleh ular tersebut.
08.57
baliinformation





